#Mentoring Hidroponik Rumahan

Cara Praktis Membuat Kebun Hidroponik Sendiri di Rumah Sehingga Bisa Panen Sayuran Kapan Saja, Bikin Hati Senang Sekaligus Bisa Jualan

Tanpa Perlu Mempunyai Background Ilmu Pertanian, Tanpa Perlu Membeli Banyak Buku Hidroponik yang Mahal-Mahal dan Tidak Perlu Takut Gagal

Mentoring 7 hari ini akan membantu Anda membuat kebun hidroponik sendiri di rumah step by step

Klik Di Sini untuk Mendaftar

Dulu Juga Saya Bingung Bagaimana Memulainya

 

Kembali ke tahun 2019 saya pernah dibuat kaget ketika istri saya membeli sayur kangkung dan pokcoy dari kawannya seharga Rp.100.000.  Dalam hati saya berpikir, “Wah, ternyata sayur begitu aja mahal juga ya?!”      Istri saya cerita kalau kawannya itu punya kebun hidroponik di rumahnya dan dia menanam bermacam-macam sayuran, seperti: kangkung, bayam hijau, bayam merah, pokcoy, selada air, dan sawi pagoda.  “Wah boleh juga tuh,” saya langsung kepikiran untuk mengikuti jejaknya, kan masih ada lahan kosong di belakang rumah.  “Nanti kalau sudah berhasil kan istri saya tidak perlu beli sayuran lagi dari luar, uangnya bisa dipakai untuk keperluan yang lain dan siapa tahu hasil kebun saya juga bisa dijual,” pikir saya. Eeeh tapi nanti dulu, saya kan tidak punya latar belakang ilmu pertanian, bagaimana saya bisa memulainya?

Saya coba mencari informasi tentang hidroponik di internet.  Saya ikuti beberapa group hidroponik di Facebook, begitu pula di Youtube, saya cari video-video tentang hidroponik.  Memang cukup banyak materi yang saya dapatkan, tetapi saya masih tetap bingung, karena materi-materi itu seperti puzzle yang masih berantakan.

Di group-group Facebook kebanyakan isinya tentang orang yang sudah mempunyai kebun dan mereka menunjukkan hasilnya, atau ada yang bertanya tentang suatu hal, terus di kolom komentar banyak yang memeberi masukan dengan bermacam-macam jawaban.  Mana yang bener nih? Bingung lagi.  Di Youtube juga sama, memang banyak video yang menarik, tapi belum menggambarkan teknik hidroponik secara keseluruhan.

Akhirnya saya pergi ke toko buku mencari buku tentang hidroponik.  Biasanya kan kalau di buku materinya sudah tersusun secara sistematis, jadi saya pikir ini akan membantu saya.  Di toko buku ada beberapa buku tentang hidroponik, tetapi harganya lumayan mahal lho, di atas 75.000!  Cukup membagongkan!  Kirain ada yang murah, eh mahal semua, ya sudah saya beli satu saja.

Tepat dugaan saya, di buku itu memang saya bisa mendapatkan gambaran umum teknik hidroponik secara sistematis, “oooh jadi kira-kira begini toh!”  Tetapi tetap saja, sebagai seorang pemula, ketika membacanya kadang-kadang saya masih bingung juga, “Ini apa ya? Ini bagaimana ya?” Jadi saya simpulkan buku saja belum cukup juga.  Saya memerlukan panduan seorang mentor yang bisa membimbing saya dan kalau ada yang perlu ditanyakan dia bisa memberi penjelasan.

Alhamdulillah pada suatu hari saya menemukan sebuah iklan di Instagram yang menawarkan paket belajar hidroponik yang akan dipandu oleh seorang mentor yang sudah berpengalaman.  Nah ini dia yang saya perlukan.  Harganya lumayan mahal sih, sekitar Rp. 1.5 juta, sudah termasuk paket belajar hidroponik sederhana.

Jadi Begini Ternyata

 

Kita pahami dulu apa yang dimaksud dengan hidroponik ini.  Istilah hidroponik berasal dari bahasa Yunani, hydro artinya air dan ponos artinya kerja.  Jadi hidroponik adalah metode bercocok tanam tanpa menggunakan tanah sebagai media tumbuhnya.

Tanaman bisa tumbuh bila kebutuhan nutrisinya terpenuhi.  Tanah umumnya berfungsi sebagai penyangga tanaman sekaligus penyedia unsur hara, sementara air berfungsi sebagai pelarut nutrisi, untuk kemudian diserap oleh tanaman.  Dari konsep inilah lahir teknik bercocok tanam hidroponik, di mana yang ditekankan adalah pemenuhan kebutuhan nutrisi tanamannya.

Secara garis besar hidroponik ada dua macam, yakni: hidroponik substrat yang menggunakan media padatan bukan tanah, misalnya cocopeat, hidroton dan hidroponik non-substrat yang menggunakan air sebagai media tanamnya dan ini yang lebih populer digunakan baik dalam skala rumahan hingga skala industri.

Mengapa Memilih Hidroponik?

 

Ada banyak alasan mengapa kita memilih bercocok tanam secara hidroponik, di antaranya adalah sebagai berikut:

  • Pertumbuhannya Lebih Cepat!
    Mengapa lebih cepat?  Karena teknik hidroponik lebih efisien bagi mereka.  Para ahli sepakat bahwa tanaman akan tumbuh 20% lebih cepat daripada ditanam di tanah.  Tentunya ini benar-benar dapat menghemat waktu penanaman.
  • Hasil Panen Lebih Banyak!
    Para ahli juga sepakat bahwa hasil bercocok tanam secara hidroponik mempunyai panen 20-25% lebih banyak daripada bercocok tanam di tanah.
  • Tidak Menggunakan Tanah! 
    Ini termasuk faktor yang menguntungkan, karena bisa saja tanah di tempat Anda tinggal tidak subur sehingga tidak baik untuk bercocok tanam di sana, atau bahkan Anda tidak mempunyai tanah sama sekali, karena Anda hidup di daerah perkotaan.  Dengan teknik hidroponik Anda masih bisa bercocok tanam, bahkan ketika Anda tidak mempunyai tanah sama sekali.
  • Hemat Ruang!
    Ya, karena tanaman tidak perlu menyebarkan akarnya untuk menjangkau zat-zat nutrisi yang mereka perlukan di dalam tanah.  Dengan hidroponik mereka sudah dikelilingi larutan yang kaya nutrisi dan Anda dapat mengatur jarak tumbuh mereka secara berdekatan.  Ini jelas menghemat banyak ruang dan tentunya sangat menguntungkan bagi orang-orang yang tinggal di perkotaan.
  • Hemat Air!
    Karena kita menggunakan tandon (penampung air) yang tertutup (untuk mengurangi penguapan) dan tidak ada air yang terbuang.  Tanaman mengambil sejumlah air dan nutrisi yang mereka perlukan dan sisanya kembali lagi ke tandon untuk digunakan kemudian.  Coba bandingkan dengan bercocok tanam di tanah, Anda harus menyirami tanaman setiap hari dan banyak airnya yang terbuang begitu saja.  Para ahli mengatakan bahwa teknik hidroponik dapat menghemat air hingga 90% dibandingkan bercocok tanam di tanah. Wow angka yang besar sekali ya!
  • Tidak Ada Gulma!
    Salah satu kegiatan yang paling membosankan, memakan waktu, dan membuat frustrasi bagi banyak tukang kebun adalah membersihkan kebun mereka dan mencabut gulma. Dengan tumbuhnya hidroponik, tidak ada gulma yang harus dicabut!
  • Lebih Sedikit Hama dan Penyakit!
    Karena Anda tidak menggunakan tanah, Anda juga menyingkirkan banyak hama dan penyakit yang ditularkan melalui tanah yang biasanya dapat merusak tanaman Anda dan membuat berkebun menjadi sulit.
  • Membuat Hati Menjadi Senang, Stres pun Hilang!
    Para ahli sepakat bahwa kegiatan bercocok tanam merupakan salah satu cara untuk menghilangkan stres dan memberikan kepuasan serta ketenteraman hati.  Hati yang sehat tentunya akan berimbas pada tubuh yang sehat.

Semakin banyak bukti bahwa paparan tanaman dan ruang hijau khususnya berkebun, bermanfaat bagi kesehatan mental dan fisik, sehingga dapat mengurangi tekanan pada layanan NHS (National Health Service). Oleh karena itu, para praktisi kesehatan harus mendorong pasien mereka untuk memanfaatkan ruang hijau dan bekerja di kebun, dan menyarankan pemerintah setempat untuk meningkatkan ruang terbuka dan memperbanyak pepohonan, sehingga juga membantu melawan polusi udara dan perubahan iklim.

Richard Thompson, Royal College of Physicians, London, Inggris.

Kebutuhan Dasar Tanaman

 

Untuk bisa tumbuh dengan baik, tanaman memerlukan air, cahaya matahari, karbon dioksida, oksigen serta unsur-unsur hara baik makro maupun mikro.  Air, cahaya matahari dan karbon dioksida diperlukan dalam fotosintesis untuk menghasilkan energi bagi pertumbuhan tanaman.  Oksigen diperlukan untuk penyerapan nutrisi oleh akar.  Unsur-unsur hara makro dan mikro mempunyai fungsi-fungsi spesifik terhadap pertumbuhan tanaman, misalnya Nitrogen untuk pembentukan daun, Fosfor untuk merangsang pertumbuhan akar; Kalium untuk pembentukan protein dan karbohidrat (dalam buah) dan seterusnya.

Selain itu kita juga perlu memperhatikan suhu dan kelembaban lingkungan agar tanaman dapat tumbuh dengan optimal. 

Langkah-Langkah Membuat Kebun Hidroponik

 

Secara garis besarnya langkah-langkah membuat kebun hidroponik terdiri dari: mempersiapkan lahan, membangun sistem instalasi hidroponik, mempersiapkan media tanam dan benih, menyemai benih, memindahkan benih ke dalam sistem hidroponik, pemeliharaan harian dan panen.

Persiapan Lahan
Sebagaimana yang telah disebutkan di atas, tanaman memerlukan sinar matahari yang cukup, minimal 6 jam sehari, terutama matahari pagi antara pukul 6-11 yang baik sekali untuk proses fotosintesis.

Untuk  memahami kebutuhan dasar tanaman ini, kita bisa mempersiapkan lahan yang akan kita gunakan untuk membuat kebun hidroponik.  Bila terlalu rimbun, kita bisa menebang sebagian pohon sehingga dipastikan tanaman hidroponik kita akan mendapat cahaya matahari yang cukup.  Sebaliknya bila terlalu panas, kita dapat membuat tudung menggunakan plastik UV atau paranet. 

Membangun Sistem Hidroponik
Ada beberapa macam sistem hidroponik yang bisa digunakan di rumah, di antaranya adalah rakit apung, sumbu (wick), sistem NFT (nutrient film technique) dan DFT (deep flow technique).  Masing-masing mempunyai kelebihan dan kekurangan, tetapi untuk skala rumahan kita dapat menggunakan semua sistem tersebut karena akan memperkaya pengalaman kita dan memberikan kepuasan batin tersendiri bila kita berhasil menanam dengan semua sistem tersebut. 


Persiapan Media Tanam dan Benih
Ada bermacam-macam media yang dapat digunakan untuk hidroponik, di antaranya rockwool, cocopeat, arang, sekam bakar, hidroton, perlite, vermiculite dan lain-lain.  Di antara sekian banyak itu yang paling populer adalah rockwool.  Rockwool merupakan produk impor, namun cukup banyak tersedia di pasaran.  Ketika Anda membeli, pastikan jangan sampai tertukar dengan rockwool untuk peredam suara.

Pemilihan benih sangat penting sebagai tolok ukur produktivitas budidaya tanaman secara hidroponik.  Benih yang unggul sangat menentukan pertumbuhan tanamannya.  Ada beberapa benih yang tersedia di pasar, di antaranya adalah benih hibrida, benih lokal dan benih seleksi lokal.  Sebaiknya kita menggunakan benih hibrida, karena lebih unggul dan mempunyai produktivitas tinggi.  Benih lokal kurang disukai karena daya tumbuhnya rendah, tidak seragam dan produktivitasnya rendah.

Pastikan benih yang kita beli belum kadaluarsa.  Gunakan benih sesuai dengan berapa banyak yang akan kita tanam.  Biasanya seorang pemula langsung membuka satu kemasan benih lalu disemai sekaligus, ternyata kapasitas sistem hidroponiknya tidak mencukupi.  Sisa benih dapat disimpan untuk periode semai berikutnya.  Benih dapat disimpan dalam wadah yang kedap udara, lalu dimasukkan ke lemari es.

 

Persemaian Benih
Benih dapat disemai dengan menggunakan media rockwool.  Pertama kita potong-potong rockwool berukuran 2x2x2 cm sebanyak jumlah benih yang akan disemai.  Letakkan potongan rockwool tadi dalam sebuah tray/wadah dan basahi dengan air.  Buat sebuah lubang di bagian tengah menggunakan tusuk gigi.  Untuk tanaman yang ramping, seperti kangkung atau bayam, kita bisa membuat 5 lubang pada sepotong rockwool tersebut; sedangkan untuk tanaman seperti yang bertajuk lebar seperti selada, pokcoy cukup 1 lubang untuk setiap potongan rockwool.  Kedalaman lubang sekitar 0.5 cm.  Masukkan masukkan benih ke dalam lubang tersebut.  Tutup tray dengan plastik hitam, lalu letakkan di tempat yang tidak terkena sinar matahari.  Periksa semaian setiap pagi.  Bila ada yang sudah pecah benih, segera pindahkan ke tempat yang terkena sinar matahari.

 

Perawatan Harian
Seperti halnya manusia yang memerlukan makan setiap hari, tanaman juga memerlukan zat-zat nutrisi untuk pertumbuhannya.  Jadi setelah benih kita pindahkan ke dalam sistem hidroponik, kita harus menyediakan larutan nutrisi yang berisi campuran garam-garam yang dibutuhkan tanaman.  Garam-garam ini mengandung unsur makro dan mikro yang diperlukan tanaman, termasuk: nitrogen, fosfor, kalium, kalsium, magnesium dan belerang (sulfur).  Kekurangan unsur ini dapat mengakibatkan terganggunya pertumbuhan tanaman.  Dalam hidroponik larutan nutrisi biasanya sudah dikemas dalam bentuk nutrisi AB mix.

Pada awalnya kita menggunakan perbandingan nutrisi 1:5:5, yaitu untuk 1 liter air, kita berikan 5ml nutrisi A dan 5ml nutrisi B.  Air baku yang kita gunakan sebaiknya yang mempunyai nilai TDS (total dissolved solid, jumlah padatan terlarut) di bawah 100ppm dengan pH antara 5.5-6.5.  Air dengan TDS rendah di antaranya adalah air buangan AC, air hujan, atau air destilata.  Air ledeng biasanya mempunyai TDS yang cukup tinggi dan kadang-kadang kita memerlukan treatment khusus sebelum menggunakannya sebagai air baku untuk larutan nutrisi.

Larutan nutrisi diberikan ketika tanaman yang disemai sudah muncul daun ke-3.  Pada saat itu tanaman sudah bisa dipindahkan ke dalam sistem hidroponik.  Setiap tanaman mempunyai kebutuhan nutrisi yang berbeda-beda, oleh sebab itu kita harus memperhatikan betul pedoman kebutuhan nutrisi untuk beragam tanaman dan juga pH atau kadar keasaman larutannya.

 

Gb. Total Dissolved Solids (TDS) beberapa larutan

Perawatan sehari-hari lainnya yang perlu kita lakukan adalah mengamati pertumbuhan tanamannya, apakah terlihat normal, kurang berkembang atau terdapat serangan hama.  Misalnya kurangnya sinar matahari dapat mengakibatkan tanaman tumbuh dengan kurus, dan memanjang.  Kita juga harus mengecek TDS dan pH larutan nutrisi dalam tandon airnya, jangan sampai kita lalai sehingga larutan nutrisi di tandon habis dan tanaman menjadi mati.

Hama dan penyakit memegang peranan penting dalam budidaya hidroponik.  Hal ini perlu diantisipasi lebih awal dengan pengamatan rutin, sebagaimana pengecekan pH dan TDS larutan nutrisi.  Upaya pengendalian hama dapat dilakukan secara manual, menanam tanaman yang bersifat atraktan atau pemakaian pestisida nabati yang dapat kita buat sendiri dari bahan-bahan yang biasa kita dapatkan di rumah.

Beberapa gangguan hama yang sering kita temui adalah: gangguan ulat perusak daun/ulat krop, gangguan ulat tritip, siput, dan ulat tanah.  Serangan penyakit di antaranya: akar bengkak, bercak daun, busuk basah, embun upas, rebah semai, busuk daun dan virus mosaik.

 

Panen
Tanaman dapat dipanen setelah melewati periode tanam tertentu dan tentunya berbeda-beda untuk jenis tanaman yang berbeda.  Kita dapat mengetahuinya dengan melihat tanda-tanda fisiknya, seperti warna, bentuk dan ukuran daun.  Bila daun terbawah sudah mulai menguning, kita harus segera memanennya, kalau terlewat sayur tersebut bisa menjadi terlalu keras dan tidak enak dikonsumsi.

Sayur yang sehat ditandai dengan pertumbuhannya proporsional, warnanya cerah, daunnya rimbun, tajuknya bulat atau roset.  Sayur yang tumbuh subur, artinya fotosintesisnya berjalan lancar dan terlihat dari jumlah daunnya yang banyak dan rasanya pun renyah.

Akhirnya Saya Paham

 

Dengan teknik hidroponik praktis ini dalam waktu singkat saya sudah bisa membuat instalasi hidroponik saya sendiri dan berhasil menanam sayur mulai dari menyemai benih hingga panen.  Awalnya saya mencobanya dengan kangkung, setelah itu bayam, selada air, bawang merah, daun bawang, pokcoy, nai bai, seledri, tomat, cabai dan terong.  Selain bisa memenuhi kebutuhan sayur untuk keluarga, hasilnya juga bisa saya bagikan ke tetangga.  Saya merasa memperoleh kepuasan hati ketika berhasil memanen sayuran di kebun sendiri.  Saya menikmati prosesnya, mulai dari menyemai benih, membuat larutan nutrisi, mengamati perkembangannya hingga akhirnya panen. 

Selain itu saya juga mulai nyambung dengan materi-materi di group-group Facebook dan Youtube yang sebelumnya membuat saya bingung.  Saya mulai bisa mengikuti diskusi-diskusi mereka dan bahkan kadang-kadang saya juga menjawab pertanyaan-pertanyaan dari orang yang bertanya.  Dari diskusi-diskusi ini saya banyak memperoleh ilmu-ilmu baru, teknik-teknik, atau tips dalam dunia hidroponik termasuk teknik memasarkan hasilnya.

Sekarang Anda mempunyai kesempatan untuk mempelajari teknik-teknik yang praktis untuk membuat kebun hidroponik Anda di rumah tanpa perlu mempunyai latar belakang ilmu pertanian, tanpa perlu membeli banyak buku yang mahal-mahal dan tanpa perlu takut gagal.  Anda cukup mengikuti kelas Mentoring Hidroponik Rumahan ini dan Anda sudah mendapatkan apa yang Anda perlukan untuk mewujudkan impian Anda. 

Harga Terbatas Khusus Periode Pre Order Rp. 77 Ribu

Plus Bonus Tambahan Senilai Rp.150.000 selama Periode Pre Order

Daftar Sekarang!

4 Alasan Penting Mengapa Anda Perlu Mengikuti Mentoring Ini

 

  1. Materi sudah disusun secara sistematis, cocok untuk pemula yang tidak punya latar belakang ilmu-ilmu pertanian.
  2. Hemat, Anda tidak perlu lagi membeli banyak buku yang mahal-mahal, semuanya sudah dirangkum dalam materi kelas ini.
  3. Sudah teruji, bila Anda mengikuti langkah demi langkah dengan benar, maka dalam waktu singkat Anda sudah bisa panen.
  4. Ada group diskusi lewat WA, memungkinkan Anda untuk bertanya kapan saja.

Program Ini Cocok Banget Untuk:

 

  • Orang-orang yang hobi berkebun
  • Orang-orang yang punya lahan kosong dan kepingin mempunyai kebun hidroponik di rumah sendiri
  • Orang-orang yang sudah pernah mencoba budidaya hidroponik tapi belum mencapai hasil yang diinginkan
  • Orang-orang yang menginginkan bisa panen sayur dari kebunnya sendiri
  • Orang-orang yang ingin menambah penghasilan

Ayo Kita Pelajari 8 Langkah Ini untuk Menuju Panen

 

  1. Mempelajari Dasar-Dasar Hidroponik
  2. Mempelajari Kebutuhan Dasar Tanaman
  3. Menyiapkan Lahan dan Sistem Hidroponik
  4. Mengenal Media Tanam dan Benih
  5. Belajar Menyemai Benih
  6. Mempersiapkan Larutan Nutrisi
  7. Pengendalian Hama dan Penyakit
  8. Panen

Dan Ini yang Anda Perlukan untuk Mewujudkannya

Saya sudah berpikir panjang dan lama mengenai berapa saya harus mencharge semua jurus untuk membuat kebun hidroponik di rumah ini.
Saya sudah menghabiskan uang sekitar 2.5 juta untuk bisa mendapatkan ilmu-ilmu yang akan saya bagikan semuanya kepada Anda.
Saya rasa Anda akan setuju kalau saya mengajukan angka Rp. 297.000.
Tetapi saya memutuskan untuk memberikan potongan harga lagi khusus untuk periode pre sale sebesar Rp. 77.000.
Ingat!  Saya juga memberikan bonus ebook senilai Rp.150.000.

Dapatkan Bonusnya jika Anda Mendaftar Sekarang

  • eBook 5 Jurus Memulai Hidroponik di Rumah senilai Rp. 100.000
  • Daftar Istilah Hidroponik senilai Rp. 50.000

Mengenai Saya

Saya adalah Abdul Rauf Kurniadi, saya tinggal di Depok dan hobi saya adalah berkebun.  Semasa kuliah saya pernah magang di Paradisa Flower Ranch di daerah Ciawi dan dari situ saya semakin hobi dengan berkebun, khususnya tanaman hias.  Sejak saat itu saya mulai mempelajari tanaman dan mengoleksi banyak tanaman hias di rumah.

Dua tahun belakangan ini saya mulai tertarik dengan budidaya tanaman secara hidroponik karena saya melihat banyak keuntungan dari teknik budidaya ini.  Kita tidak memerlukan lahan yang luas, hasilnya bisa lebih cepat dipanen dan memberikan kepuasan tersendiri bila kita dapat menikmati hasil kebun sendiri bersama keluarga.  Kita juga bisa berbagi dengan tetangga dan bahkan menjual hasilnya.

Awalnya saya memang sempat bingung untuk memulainya, tetapi setelah saya tekuni dan belajar dari sana sini, akhirnya saya bisa memahaminya dan saya berniat untuk berbagi ilmu ini dengan Anda semua, khususnya bagi pemula yang juga pernah bingung seperti saya.  Jangan takut, saya hadir di sini untuk membantu Anda membuat kebun hidroponik Anda.

Saya Tidak Ingin Anda...

❌  Menghabiskan banyak uang untuk membeli buku-buku hidroponik yang mahal-mahal

❌  Menghabiskan banyak uang untuk membeli berbagai perlengkapan hidroponik, namun akhirnya tidak terpakai karena Anda pernah mencoba sendiri tetapi gagal.

❌  Bingung untuk menentukan sistem hidroponik apa yang cocok bagi Anda

❌  Bingung di mana beli perlengkapan hidroponik yang bagus, termasuk benih yang unggul dan tidak kadaluarsa, pupuk yang bagus, dan peralatan lainnya.

❌  Bingung ketika melihat posting-posting tentang hidroponik di sosial media karena merasa ngga nyambung atau gagal paham.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

❓ Saya tidak punya background ilmu pertanian sama sekali, apakah saya bisa mengikuti program ini?

Ya!  Program ini bisa dijalani oleh siapa saja dan pendekatan yang diberikan adalah pendekatan praktis sehingga Anda tidak perlu takut untuk tidak bisa memahami materinya.

❓ Saya Cuma punya lahan sedikit di atas loteng, apakah saya bisa membuat kebun hidroponik di sana?

Ya!  Tentu bisa.  Kebun hidroponik sama sekali tidak memerlukan lahan yang luas.  Anda bisa membuat kebun sesuai dengan lahan yang Anda miliki.

❓ Apakah saya perlu mengalokasikan dana yang besar untuk membuat kebun hidroponik di rumah?

Tentunya tergantung pada seberapa besar kebun yang Anda inginkan.  Untuk kebun skala rumahan biaya yang dibutuhkan tidak terlalu mahal, dan untuk pemakaian pupuk relatif lebih hemat dibandingkan kebun konvensional biasa.

❓ Saya pernah baca katanya ada banyak hama dan penyakit yang bisa menyerang tanaman, bagaimana dengan sistem hidroponik, nanti bakalan ribet ngga nih ngurusinnya?

Jangan takut, serangan hama dan penyakit tidak sehoror yang Anda bayangkan, nanti akan diajarkan juga cara mengatasinya.

Sudah siap untuk membuat kebun hidroponik di rumah Anda sekarang? 

Daftar Sekarang di Kelas Mentoring Hidroponik Rumahan